Bukan perpisahan namun ini adalah awalnya

30 September 2013 tahun kemarin kami pun wisuda. Hal yang  menurut saya semua didambakan oleh semua kalangan mahasiswa. Setelah menempuh proses panjang di kampus sekitar empat tahun bergelut di dunia itu. Mulai dari Kerja tugas bersama, Mid dan final (yang tak pernah lepas dari tradisi nyonteknya), bercanda bersama, dan yang paling utama adalah  jalan-jalan bersama (katanya refreshing).

Setelah KKN, yakni masuk pada semester delapan, tibalah waktunya kami mengerjakan skripsi. Kata skripsi inilah yang banyak membuat mahasiswa menjadi “takut” atau mungkin ada istilah lain yang paling cocok untuk menggambarkannya ???. kerja skripsi itu katanya tidak gampang,  mulai dari setor, coret dan setor kembali kepada pembimbing. Namun yang paling banyak dialami oleh mahasiswa menurut saya adalah diPHP oleh pembimbing (istilah anak muda sekarang). Kembali kepada kalimat di atas “kerja skripsi katanya tidak gampang”. Di sinilah letak kesabaran mahasiswa diuji, karena memang butuh perjuangan dan saya rasa tidak boleh langsung menyalahkan pembimbing , semua ini  untuk kebaikan mahasiswa sendiri.

Seminar proposal dan ujian komprehensif adalah beberapa syarat yang harus ditempuh untuk ujian meja.  Bulan agustus 2013, satu per satu kami pun mulai uijan meja. Ada yang ujian pada tanggal 14,21,29 dan 30 Agustus. Senin Tiga puluh September, akhirnya kami wisuda dan pada hari itu adalah wisuda ke 66 di kampus. Dan pada bulan desember di tahun yang sama  saudara yang lain pun wisuda.

Ijazah… inilah adalah sesuatu yang sangat penting, meskipun hanya sebuah kertas biasa tapi harganya sangat mahal.  Nama yang kemarin agak sedikit berbeda jika dibandingkan dengan nama yang tertulis di ijazah tersebut. Terdapat penambahan huruf pada akhiran nama yakni “Dua huruf”. Di dalamnya terdapat nilai mata kuliah yang kami pelajari sewaaktu duduk di bangku kuliah, judul skripsi, foto dan yang terpenting adalah nama yang sudah bertambah dua huruf tadi.

Selanjutnya adalah apa ??? melamar kerja dan melanjutkan kembali ke strata dua adalah beberapa hal yang biasanya dilakukan jika sudah menempuh strata satu. Akhirnya saya memilih Pernyataan pertama yakni melamar kerja dan tak sedikit  yang memilih ini. Namun ada juga yang memilih untuk melanjutkan ke strata dua . Saya tak mempunyai alasan yang bisa saya sebutkan kenapa memilih untuk mencari keja dibandingkan untuk melanjutkan pendidikan.

Akhirnya kami memiliki kesibukan dan pilihan masing-masing. Ada yang yang menyeberang ke pulau kalimantan, ke Ibu kota Jakarta dan ada pula yang  pulang ke tanah kelahirannya. Saya pikir ini bukan hanya terjadi pada kami yang akhirnya harus berpisah. Mahasiswa lain yang berbeda jurusan atau kampus juga mengalami ini. Kecanggihan teknologi membuat kami bisa saling menyapa, contohnya adalah memanfaatkan fungsi dari media sosial itu sendiri. Tapi itu tak akan mengalahkan serunya jika mengingat kebersamaan di dalam maupun di luar kampus.

Kembali kepada judul tulisan di atas “bukan perpisahan namun ini adalah awalnya”. Maksud dari judul ini adalah setelah memiliki kesibukan masing-masing dan mungkin saja puluhan tahun baru akan bertemu kembali, jarak mungkin bukan masalah tapi kesibukan yang membuat  jarang bertemu seperti yang saya lihat kebanyakan terjadi seperti itu. Dan Kami punya jalan hidup masing-masing.   Mungkin nantinya ada yang bekerja di bank, Perusahaan  BUMN, membuka usaha sendiri atau yang lain. Dan saya yakin ini adalah pilihan dan  jalan menuju kesuksesan itu. Satu hal yang harus kita ingat adalah bahwa silaturrahmi harus tetap terjaga. Semoga semua  ini adalah pertanda  dan awal kami menemukan kesuksesan di hari kelak.  Amin Ya Rabb

Salam untuk Manajemen 2009 FEBI UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s